Sejarah

Sejarah

Kita tidak dapat terlepas dari sejarah yang telah menjadi kenyataan, bahwa Madrasah Aliyah Negeri Padang japang berpangkal tolak dari keadaan sejarah Darul Funun El-Abbassiyah yang telah membuktikan kejayaanya masa lalu.
Darul funun El-Abbassiyah dibangun oleh ayah Syech Abbas Abdullah pada tahun 1854 dengan system Halakah selama 70 tahun tanpa hentinya. Pada tahun 1924 seorang ulama besar Syech Abbas Abdullah , telah menyempurnakan  dan perobahan, dengan system klasikal yang baik dan rapi dengan memasukkan pelarajan umum dan telah menerbitkan media massa berupa majalah EL IMAM AL MUNIR AL BAYAN yang menyiarkan dan mempopulerkan ajaran Islam membasmi Khurafat dan tahyul, serta memajukan sains umum di pondok pesantern dan masyarakat muslim.
Perkembangan Darul Funun waktu itu  sangat Berjaya dan banyak melahirkan ulama-ulama dan pemimpin masyarakat yang menjadi pemimpin islam dan politik dalam masyarakat serta aktif berjuang menuju ketercapaian kemerdekaan Indonesia, mengisi dan membangun negara yang kita cintai.
Terjadinya perang dunia kedua dan berlanjut dengan penjajahan jepang serta perjuangan fisik setelah merdeka membawa akibat pada perkembangan Darul Funun yang semakin menurun.
Pada tahun 1968 dengan lahirnya Orde Baru, serta mulai dicanangkannya pembangunan disegala bidang dengan sebutan Era Pembangunan Lima Tahun yang pertama dan diiringi dengan tersusunnya Pelita demi Pelita yang direalisir tahun 1969 maka terbuka pemikiran tokoh-tokoh masyarakt yang dipelopori oleh Buya Fauzi Abbas dibantu oleh H.Muis Abbas untuk memperjuangkan pendirian Madrasah oleh pemerintahan yang ditempatkan di Padang Japang. Pemikiran tersebut mendorong musyawarah yang melahirkan pembentukan satu badan yang diketuai oleh Buya H.Fauzi Abbas. Dengan melengkapai data-data yang diperlukan, maka diajukan proposal untuk mendirikan Madrasah, maka akhirnya Menteri Agama mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI dengan nomor : No.68/1968 . tanggal 13 April 1968 untuk mendirikan  dua Madrasah yaitu Madrasah Aliyah Negeri dan Madrasah Tsanawiyah Negeri Padang japang yang dikepalai oleh :
Untuk Madrasah Tsanawiyah dikepalai oleh : AMIRULIS YAKUN
Untuk Madrasah Aliyah dikepalai oleh : ALMUNIR MARTUNUS, Dt. Paduko Tuan.
Kedua Madrasah untuk sementara belajar di komplek Darul funun dengan memakai 4 gedung dan 1 kantor. Untuk tenaga pengajar (guru) yaitu terdiri dari guru PNS dan honorer yang dibayar dengan iyuran murid sebesar Rp. 200,- setiap bulan.   
    Pada tahun 1970  Direktur Direktorat Pendidikan Agama Depertemen Agama RI yaitu bapak Mulya Martosudarso yang didampingi oleh Sekwilda Propinsi Sumatera Barat yaitu bapak Amir Thaib. S.H, meletakkan batu pertama pembangunan kedua Madrasah dengan dana swadaya dari masyarakat.
    Pada tahun 1975 Pemerintah melalui Departemen Agama membangun 5 ruang belajar termasuk kantor dan diresmikan pada tanggal 8 Desember 1975 yang dihadiri oleh segenap lapisan masyarakat kenagarian VII Koto Talago. Gedung ini dipakai oleh Madrasah Aliyah Negeri Padang japang pada tahun 1976.
    Dari tahun 1976 sampai sekarang MAN Padang japang telah berkembang dengan pesat, sehingga sekarang telah tersedia ruang belajar yang memadai, ruang kepala dan kantor tata usaha, ruang majelis guru, labor IPA dan Komputer, perpustakaan serta mushalla dengan data terlampir.  Dari tahun 1968 sampai sekarang MAN Padang japang telah dipimpin oleh :
1.ALIMUNIR MARTUNUS        dari tahun 1968 sampai dengan tahun 1971
2.Drs. M.NUR DURUN         dari tahun 1971 sampai denga  tahun 1984
3.Drs. AISAR AMIR          dari tahun 1984 sampai dengan tahun 1989
4.H. AMIRULIS YAKUN        dari tahun 1989 sampai dengan tahun 1994
5.Drs. H. MARLIM RAMLI     dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2007
6.Drs. H.ALI AMRAN         dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009
7.Drs. H.YUSRIAL           dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012
8.Drs. ARIL USMAN       dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2015
9.Dra. SAIYIDATI           dari tahun 2015 sampai sekarang

Demikianlah riwayat berdirinya MAN Padang japang, semoga dengan adanya riwayat ini diharapkan generasi muda dan masyarakat dapat menghargai jasa-jasa pendiri MAN Padang japang ini.